12 Sep 2010

he has inspirated me

Author: ricky.permana10 | Filed under: Academic

Nama              : Ricky Sidik Permana

NRP                : A24100038

Laskar            : Laskar 14


Nilai Sebuah Keikhlasan

Seorang Ustadz Muda

Ustadz Abid, ya beliau adalah seorang ustadz muda yang shalih, ahli ibadah, dan aktif berdakwah di lingkungan dimana tempat kami berpijak, sehingga banyak sekali membawa perubahan terhadap lingkungan kami. Beliau beramal dengan penuh keiklasan, tanpa mengharap balasan apapun selain dari Allah. Beliau tidak mengharapkan kenikmatan dunia, popularitas, pujian, dan segala bentuk publikasi mengenai dirinya. Beliau sangat mahir dalam berceramah. Setiap orang yang mengikuti pengajiannya selalu larut dalam pembahasannya. Tidak lama berselang namanya telah begitu dikenal luas sebagai ustadz muda yang disenangi setiap umat. Namun ketenaran dan keberhasilannya tidak membuat dirinya besar kepala, beliau tetap tawadhu’ dan mengembalikan semua keberhasilannya semata-mata hanya karena Allah. Di lingkungan kami beliau dikenal sebagai orang yang santun dan berakhlak mulia. Setiap bertemu orang, beliau selalu tersenyum dan menyapa. Tidak ada yang tak mengenalnya.

Ustadz Abid adalah seorang ustadz muda yang sangat tampan, bukan hanya tampan secara lahiriyah tetapi juga tampan secara bathiniyahnya. Beliau juga telah memiliki usaha dengan penghasilan yang cukup sehingga telah memiliki rumah dan sebuah motor, beliau adalah seorang pemuda yang sudah mapan  walaupun belum menikah. Selain itu, beliau juga adalah seorang sosok muslim teladan.

Sebagaimana biasa setiap jam 4 pagi beliau selalu pergi ke masjid. Sebelum subuh beliau menunaikan shalat qiyamullail terlebih dahulu. Pada suatu pagi, ketika ustadz Abid hendak menuju masjid, tiba-tiba didengarnya suara rintihan seorang nenek tua dari sebuah rumah. Demi mendengar suara tersebut, ustadz Abid mengurungkan langkahnya ke masjid dan segera mendatangi suara tersebut. Beliau masuk ke dalam rumah dan matanya terbelalak, ketika beliau melihat seorang nenek tua yang sedang terjatuh tergeletak diatas lantai. Begitu melihat ustadz Abid mendatangi dan mendekati nenek tua, nenek tua tersebut langsung menangis terisak-isak dan memeluk ustadz Abid.

Ustadz Abid merasa iba terhadap nenek tua itu, lalu ustadz Abid pun segera membangunkan dan segera mengajaknya untuk berdiri dan memindakan nenek tua itu pada sebuah bangku tua disebelah pinggir kanan nenek tua tersebut. Ustadz Abid bertanya kepada nenek tua itu, “Nek, kenapa nenek menangis dan bisa sampai terjatuh seperti tadi Nek?” Nenek tua itu menangis kembali ketika setelah ustadz Abid menanyakan hal tersebut kepada nenek tua itu, “Uhukk..uhukk… anak muda, terima kasih nak kau sudah bersedia untuk menolong nenek, nenek adalah seorang perempuan yang hina, yang tidak memiliki ilmu sesuatu pun Nak, dulu semasa muda nenek hanya bisa menyia-nyiakan waktu saja, nenek hanya memikirkan karier dan popularitas nenek Nak, sehimgga samapi saat ini nenek masih belum bisa bagaimana tata cara untuk mengerjakan shalat. Jangankan shalat nak, membaca Al-Quran pun nenek tidak bisa.”

“Astagfirullah hal adim,” mendengar kisah tersebut ustadz Abid tersontak dan miris sekali terhadapnya. Beliau pun bingung dengan keadaan tersebut. Tak tahu apa yang seharusnya beliau lakukan, “Nek, sungguh tiada keterlambatan apa pun bagi setiap umat yang ingin kembali kejalan Nya. Nek, jika nenek mau dan bersedia, insya Allah saya akan membantu nenek untuk mempelajari semua itu, Nek.” Dengan senyuman dan penuh keakraban dari seorang ustadz muda yang tampan itu. “alhamdulillah” nenek muda itu menangis seraya bersyukur kepada Allah karena telah datang utusan Nya yang bersedia untuk membimbingnya. “Tentu, tentu Nak, nenek bersedia, nenek senang ada seorang anak muda seperti kamu, Nak.” Nenek muda itu menangis kembali dan memeluk ustadz Abid. Allahu akbar, Allahu akbar…. “Nek, waktu subuh telah tiba nek, ayo kita shalat.” Ajak Ustadz kepada nene tua itu. Dengan penuh rasa gembira dan bangga terhadap ustadz Abid nenek tua itu tersenyum dan menyambut adzan subuh itu dengan penuh rasa syukur.

Ustadz Abid mengurungkan niatnya untuk pergi shalat berjamaah ke masjid karena demi sesuatu hal tersebut. Dan ustadz Abid pun mengajarkan bagaimana cara berwudlu kepada nenek tersebut. Hingga akhirnya mereka shalat berjamaah di sebuah gubuk dimana tempat nenek tua itu tinggal.

Singkat cerita, hari demi hari, bulan dan berganti demi bulan setiap saatnya, dan tahun pun kini telah berganti, namun ustadz Abid tetap istiqamah mengajarkan tata cara beribadah terhadap nenek tua itu hingga akhirnya nenek tua itu bisa membaca Al-Quran. Seperti biasanya, sebagaimana kebaikan-kebaikan yang ustadz lakukan setiap saat, nenek tua itu selalu mempelajari dan melakukannya. Nenek tua itu sangat menyayangi ustadz Abid, bahkan nenek tua itu telah menganggapnya sebagai anaknya sendiri.

Tak lama, pada suatu ketika, saat mereka berjamaah shalat isya, nenek tua itu meninggal dunia dalam keadaan sujud. Subhanallah, Allahu akbar, innalillahi wa inaillahi raji’un. Ustadz Abid hanya bisa bertasbih dan bersalawat mengantarkan nenek tua itu kepada sang khaliq.

“Barangsiapa menunjukan seseorang kepada kebaikannya, ia memperoleh pahala seperti pahala orang yang melakukannya.”

(HR. Muslim)

☺☺☺

12 Sep 2010

Harapan dalam Sebuah Ucapanku

Author: ricky.permana10 | Filed under: Academic

Nama              : Ricky Sidik Permana

NRP                : A24100038

Laskar            : Laskar 14


Ucapan Adalah Maknaku

Permasalahan hidup yang rumit dan  berliku telah banyak mengajari saya tentang perjalanan hidup. Semua berawal hanya dari sebuah ucapan yang sepele namun mengandung makna yang sulit sekali untuk diwujudkan, kerena dari sebuah ucapan yang saya ucapkan tersebut harus disertai dengan berbagai macam modal dan usaha yang “besar”. Dan ucapan itu adalah “mamah, saya ingin kuliah.” Ketika itu saya masih berada di bangku Sekolah Menengah Pertama kelas satu. Ketika saya berkata seperti itu ibu menangis, ya,,hanya bisa menangis. Karena dalam mewujudkan ucapan itu sepertinya sangat mustahil sekali untuk bisa terwujud.


Meski kedaan terus menekan saya, dan memaksa saya untuk jangan terlalu banyak untuk berharap, tapi, saya tetap menjalaninya tanpa beban sama sekali. Tak tahu mengapa pada waktu itu saya seakan yakin sekali bahwa suatu saat saya pasti bisa mewujudkannya. Hingga pada suatu saat, setiap kali tiba hari Raya Idul Fitri, saya selalu saja membeli pakaian-pakaian baru, dan itu saya beli setelah Idul Fitri berakhir, he…he..bukan hanya sang bunda tercinta, yang selalu bertanya untuk apa saya mengumpulkan pakaian-pakaian sebanyak itu dalam lemari baju, tapi hampir semua keluarga saya bertanya demikian. Hahaha… dengan polosnya saya menjawab “untuk persiapan kuliah mah.” Mereka hanya bisa menggelengkan kepala mereka dan mentertawakanku saja.


Waktu bergulir dengan sangat rumit sekali, hari, bulan, tahun dan tahun berganti tahun yang lainnya. Setiap hari saya berjualan dengan menjinjing beberapa “wadah” (tempat makanan yang saya jual) ke sekolah. Meski didalam hati, saya mengatakan bahwa saya sebenarnya malu untuk membawa barang-barang ini terus ke sekolah, tapi saya berfikir dan hanya memikirkan apa yang dulu pernah saudara saya katakan bahwa, “jika kita ingin menjadi orang yang sukses, maka mulailah dari massa kecil untuk berusaha bersusah-susah untuk mencapainya.”


Tanpa memikirkan rasa malu, setiap hari saya menjinjing makanan ke sekolah untuk dijual dan alhamdulillah, dari usaha saya itu, saya bisa memikul sebahagian biaya pendidikan saya semasa SMP.


Saya sangat merasakan sekali bagaimana susahnya menjalani hidup ini. Apalagi dengan keadaan yang serba pas pasan, semua susah, semua jadi serba salah. Mau ini salah, mau itu salah, ingin sekolah susah, apalagi bermimpi lebih jauh sangat mustahil. Hmmm….


Keadaan seperti ini lah yang membuat saya bertahan hidup, karena saya ingin membuktikan bahwa dengan terus berusaha dan berusaha siapa pun kita dan apa pun kita, yakinlah bahwa kita bisa mewujudkan mimpi-mimpi kita yang mustahil menurut kita itu.





☺☺☺

bit torrents lotus karls mortgage calculator mortgage calculator uk Original premium news theme